Sekitar sebulan lalu, saya sempat merias tiga teman saya untuk acara wisuda mereka, lumayan daripada ke salon, katanya. Saya ya lumayan juga, buat nambah ilmu apalagi jarang-jarang ada sukarelawan. hehehe 
Tadi malam, ketiga teman saya datang…
Ketiga teman saya itu memberi seloyang kue, dan bingkisan dengan bungkusan merah muda sebagai rasa terima kasih telah merias mereka bulan lalu (mereke puas, katanya). lho kok repot-repot? padahal saya tidak mengharapkan apapun dari mereka, saya sudah sangat senang dipercaya merias, juga sangat senang karena bisa mendapat sukarelawan. heuheuheuheu…
Bingkisan itu berisi sebuah tas, alhamdulillah… saya memang tidak punya tas untuk melamar pekerjaan. Tas nya bagus, sangat bagus! keluarga saya (kebetulan sedang liburan di rumah saya) juga bilang kalau tas itu memang bagus.
Thanks ya…
*Ada yang mau saya rias? heuheuheu… promosi!
Setelah mulai terasa jenuh dengan AOE ini, akhirnya hunting game Lan strategi yang lain. jatuhlah pilihan pada AOM (aom bukannya guru ekonomi sewaktu SMA dulu? bukan! pa Asep Oman atuh eta mah) AOM is Age of Mythology, sama juga sih mirip-mirip AOE, tapi entah karena AOE adalah cinta pertama saya atau apa, saya merasa kurang sreg dengan game baru AOM ini, kalo masalah grafik mah edan-edanan lah AOM, jauh dengan grafik AOE. tapi kalo masalah seru? humm….
unsure, saya baru melewati proses kenalan nih, belum ada janji untuk kencan (apasih ini? nyambung!!) tapi sepertinya saya tetap memilih AOE untuk acara dung deng mania.
Saya kangen dengan pasukan jannisari, samurai, paladin, huskarl, bahkan halbedir… hiks…
Tadi pagi ada bences ngamen ke tempat saya, kebetulan sedang ada beberapa teman juga. saya pun mencari-cari uang kecil, dicari kesaku nggak ada ditas juga nggak ada, akhirnya teman saya mengeluarkan uang 50 rupiahan 10 biji dan diberikan ke bences tersebut. tidak disangka, si bences malah ngomel-ngomel "kira-kira we mere 50an! abong ka banci!" si bences pun menolak dan pergi dengan menggerutu. nah lo uang 50an 10 biji kan jadi 500? lumayan besar bukan? apakah yang dipermasalahkan karena nilai 50an nya?
Pernah juga, datang seorang pengemis, dikash uang 50an 4 biji malah dilemparin dan bilang "teu butuh aing mah!" (katanya ngemis, dikasih malah nggak berterima kasih, aneh..) sebetulnya ibu pengemis ini tidak terlalu tua, saya pikir si ibu ini kalau mau bekerja jadi buruh cuci misalnya pastilah masih mampu, tapi mungkin (mungkin lagi) bekerja sebagai pengemis mempunyai prospek yang lebih bagus menurutnya.
Saya pun seringkali jika berbelanja ke super market, maka kembalian uang 50 tersebut akan berubah menjadi permen (padahal saya tidak berniat untuk membeli permen), kenapa juga ngasih harga berujung 50 rupiah jika uang 50 nya tidak ada?
Saya kemudian berpikir, sebenarnya bagaimana sih nasib uang 50 ini?
toh jika saya menukarkan uang dengan koin untuk kembalian, pastilah ada uang 50an disitu, saya harus bagaimana? menyimpannya? atau membuangnya karena sudah tidak berlaku lagi? sayang..
Entah apa yang dibaca partner hidup saya, yang pasti sebelum dia berangkat kerja dia bilang "bakso rasa kentut"
"Rasa kentut?"
"heheheh"
Akhir-akhir ini memmang banyak innovasi-innovasi yang dibuat para pedagang bakso, ada bakso tomat, bakso keju, bakso coklat, tapi untuk bakso rasa kentut? boro-boro ingin mencoba, hii…….
Mungkin maksudnya waktu ngasiin bakso pedagangnya sambil kentut? ato apa? saya akan konfirmasikan dulu…
*bersambung… ke bakso rasa kentut (Part II)
Setelah melalui proses yang lumayan alot, Melakukan interview dengan beberapa konsumen, dengan beberapa orang yang ikut peduli akhirnya diputuskan untuk memperbaiki keadaan yang sudah mulai memburuk ini.
Saya berharap keadaan lambat laun keadaan akan kembali pulih, membaik, bahkan meningkat jauh lebih baik. saya keberatan jika saya harus mempertaruhkan kehidupan saya! selagi masih bisa diperbaiki dari saat ini, mengapa tidak mencoba? toh setiap keputusan yang diambil (apapun) pasti ada konsekwensinya sendiri-sendiri.
Tapi dengan adanya kejadian ini, Alhamdulillah saya banyak belajar.. salah satunya ya bersikap adil karena kata ibu saya, adil adalah menempatkan segala hal sesuai kapasitasnya! (adil pada konsumen, rekan, bla bla bla
) pada awalnya memang terasa sangat sulit, setelah dijalani ternyata biasa saja (saya hanya takut ada seseorang yang tidak enak karena keputusan saya) begitulah, karena saya sering berpikir dengan hati.. takut akan begini, takut nanti begitu.. heheheh wanita yang aneh.
Setidaknya setelah melalui proses pengambilan keputusan itu, sekarang saya merasakan atmosfir yang lebih fresh, kerjasama yang mulai terasa, dan semoga saja hal-hal bagus terus berlanjut dan bisa terus dipertahankan (menurut saya, mempertahankan jauh lebih sulit).
semoga berubah menjadi lebih baik, jauh lebih baik. bantu dan terus semangati saya ya… (ingatkan juga
)
Kemarin, saya memakai baju yang saya beli dua hari sebelumnya. Harga nya murah, hanya 25.ooo rupiah saja tapi bahannya lumayan nyaman, tidak panas.
Ketika siang menjelang sore, ada perempuan user warnet saya yang datang (memang sudah sering datang, tapi saya tidak tahu siapa namanya), sedikit kami bicara-bicara dan.. "Teh, bajunya beli di King’s ya? 40.000 an"
"nggak, 25.000"
"eh iya 25, pasaran lho teh, saya juga punya, temen saya punya, malu saya kalo pake baju gitu"
"ooo" saya cuma manggut-manggut
"cewe-cewe banyak banget yang make" (hyperbola)
"Untung disini cowo semua, hehehe" jawab saya
"Ih si teteh mah"
Saya sebetulnya tidak malu memakai baju yang sama dengan orang lain, apalagi memang harga nya murah, jadi ya memang resiko… pabrik juga bikin nggak satuan kan? kenapa dibawa pusing? untuk saya, yang penting nyaman, saya pe-de pakenya. Beres! 
Lalu kemana larinya baju yang sudah dibeli tapi tak terpakai karena banyak orang yang pake? mubadjir… (kasih saya aja!
heheheheh)
Kamu membuat saya hidup! bagaimana tidak, kamu selalu wara wiri dihati dan kepala saya membuat coretan warna warni yang membuat saya begitu menikmati setiap detik hidup saya.
Taukah kamu?
Saya begitu mengagumi kamu, bahkan ketika kamu ngorok persis di sebelah kuping saya.
Mau tidak mau, suka tidak suka ini adalah siklus saya..
Minggu ini adalah siklus PMS saya, saya jadi 2x lebih sensitif dibanding biasanya (Nahan marah sampe nangis? wah..) tapi memang begitu lah, harus kerja ekstra untuk berkompromi dengan emosi saya.
Badan yang pegel-pegel, pinggang panas, kepala pusing …
Taiyou no uta (Lagu untuk Matahari) adalah salah satu Dorama Japan yang sangat menyentuh, bagaimana Asame Kaoru (Erika Sawajiri) memperjuangkan mimpinya dengan semua keterbatasan yang ia punya. Asame adalah seorang penderita XP (penyakit anti sinar matahari, kulit nya akan melepuh jika sedikit saja terjena sinar matahari)
Asame yang mempunyai bakat dibidang tarik suara, mulai mengirimkan rekaman lagunya pada salah satu produser ternama di Japan, namun keadaannya membuat ia pun harus merelakan untuk tidak datang ketika si produser memintanya datang pada jam 1 siang.
Bagaimana dengan akhirnya? silahkan menonton… karena saya sulit untuk memaparkan alurnya disini…
yang pasti dijamin rame! Dorama yang memberi spirit agar kita terus berjuang sampai batas kemampuan kita! Sedih? sudah pasti, romantis…
Di salah satu toko kulit di China, Pemilik toko mendandani Anjingnya dengan kaos dan Jeans. Si Anjing ditugaskan untuk menyambut calon pembeli dengan gonggongan kecil dan tingkah lucu sebagai ucapan selamat datang, dan ketika pembeli keluar dari toko maka sianjing akan manggut-manggut sebagai ucapan terima kasih
~Harian Pikiran rakyat, edisi …, Juni 2007 di kolom Tunggu dulu (saya lupa baca edisi terbitnya, hanya mambaca sekilas di CANAXIS tadi malam)~
Ketika membaca harian Pikiran Rakyat itu, saya hanya senyum-senyum terbayang tingkah Anjing itu yang pastinya sangat menggemaskan, mampu menarik perhatian pembeli, bersikap seolah-olah mengerti sopan santun.
Banyak hal yang mungkin membuat pemilik toko lebih memilih Anjing sebagai greeter nya, Anjing adalah binatang yang lucu, pintar, setia, dan pastinya menjadikan Anjing sebagai greeter adalah hal yang unik.
Namun kemudian saya tertegun, Apakah Anjing mulai mencuri pekerjaan kita?
*saya tidak mau dalam 5 tahun kedepan, saya jadi lebih sering bertemu Anjing
(yuk kita bebenah… Ingatkan saya juga ya…)