Hari kamis minggu ini, saya berkesempatan mengikuti tes dan interview di salah satu perusahaan tekstil. jadwal saya jam 11 pagi, saya sampai jam 10.30 dan dengan Pak satpam mempersilahkan saya menunggu sebentar di ruang tamu.
Jam 11 Bapak kepala personalia memanggil saya masuk keruang interview, Bapak ini kira-kira berumur 50 tahunan, putih, baik, dan ramah! jarang-jarang kepala personalia seperti itu…
Dia bertanya pada saya apakah saya tau pekerjaan apa yang akan saya kerjakan jika saya diterima, dengan jujur saya bilang tidak, saya memang sama sekali tidak tahu pekerjaan seperti apa yang akan saya hadapi. dan dengan sabar Bapak ini menjelaskan secara rinci, jelas.
Saya kaget ketika si Bapak bicara bahwa tes hitungan akan dilakukan secara lisan. Maksudnya? saya hanya boleh berhitung di kepala saya, tanpa kertas untuk kotretan apalagi kalkulator. Kenapa begitu? Dia bilang bahwa saya tidak akan bisa kemana2 membawa kalkulator, di mobil, di mall, dan katanya karena dia mau saya terbiasa menggunakan otak kiri saya, agar membentuk saya sebagai orang yang optimis, dia bilang sebenarnya bisa saja memberikan saya tes tertulis tapi kemungkinan yang dites kecepatan dan kepintaran tangan saya saja dalam mengotret. Mulailah tes dengan pelajaran matematika SD seperti 2+2 dan 3X7 dan hitungan ringan lainnya. lalu meningkat terus sampai 475x39, 20.000-(1800x18), pecahan, pembagian, persen.. dan saya… bingung! ketika pertama saya bilang saya tidak terbiasa berhitung seperti itu, dia jawab kalau dia tidak bisa memaklumi hal itu, terpaksa saya terus berjuang selama satu jam tes hitungan itu. dan selama satu jam itu dia terus memotivasi saya, memberikan pemikiran2 nya untuk mempermudah saya, saya salut!
Setelah satu jam dia bilang saya bertambah baik, saya mulai tidak mengeluh dengam soal2 nya yang semakin sulit, mulai berani mengambil jalan-jalan alternatif. dia bilang saya harus terus belajar..
Setelah itu, dia bilang saya harus melewati tes bahasa inggris. dia memberikan saya 4 lembar soal. 2 lembar menterjemahkan inggris-indonesia, indonesia-inggris dua lembar lagi permintaan untuk membuat fax dan penjelasan pada konsumen. Berapa menit? tanya nya "45" jawab saya "Nah, harus seperti itu, bisa menilai kemampuan diri sendiri. Jangan terburu2 lakukan yang terbaik" katanya, baik sekali…
Setelah 45 menit itu, dia membawa hasil tes saya dan menyuruh saya menunggu. setelah itu datang bapak2 yang lain membawa kertas hasil tes saya yang sudah dia koreksi dan kami bicara sebentar alias tes inggris lisan. Dia memberi saya masukan-masukan…
Setelah itu Bapak personalia masuk dan bilang kalau dia mendapat yang lebih baik dari saya maka tidah akan ada kabar, tapi kalau saya yang terbaik, pasti akan dihubungi kembali max 1 minggu.
Apa yang saya dapat dari interview kali ini? Banyak sekali… Jika di interview yang sebelum2nya saya selalu diposisikan seperti tertuduh, maka di interview ini saya merasa begitu berkesan, interview yang memotivasi saya untuk terus lebih baik, dengan orang2 yang ramah, orang2 yang hebat!
Comments »
The URI to TrackBack this entry is: http://wakaranai.blogsome.com/2007/11/10/interview-ter-berkesan-2/trackback/
No comments yet.
RSS feed for comments on this post.
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>