Kucing itu masih kecil ketika Mr. Winkler memberikannya untuk saya dan suami. Bukan kucing ras persia, siam dan sebagainya, hanya seekor kucing kampung biasa.
Tapi menurut saya kucing kampung pun jika bersih ya tetap saja bagus, meski kadang kalau musim hujan kutunya x 2 hiiii…
sekarang sih Pumi’le sudah besar, dulu waktu masih kecil kerjanya diam di komp untuk user sambil kadang-kadang gigit2 kabel, kerjaan sudah besar? Tidur, tidur, tidur… hampir 80% siang hari cuma buat tidur, dan posisinya itu loh yang suka nggak kontrol, kadang terlentang, kadang tangannya nutupin mata de el el yang kadang terlihat aneh dan bodoh tapi sumpah lucu. kalau malam kerjanya ya ngegangguin orang tidur atau juga ngegigit2 kaki orang yang lagi tidur!
Kadang nyebelin sih tapi ya memang itulah Pumi kalau nggak gitu ya bukan Pumi
but we Luv luv luv Pumi so much!!!
Pumi juga punya bedt friend, namanya Chiko. si Chiko ini kucing peranakan siam, besar, bulunya tebal kuning tapi wajahnya seperti Bodoh (maaf ya Chiko)! heuheeuh
Mereka itu seperti sahabat, tiap malam Chiko datang, kadang mereka main2 seperti bergulat, kadang saling jilat, makan bareng, dst… Nah masalah nya mereka itu kan dua2 nya laki2 yah….. jadi curiga… mereka juga punya kesamaan, sama2 penakut, sama oon nya, sama2 gede badan doang, nyali nya nggak ada. heuhueuhe
Dulu waktu Pumi masih kecil, dia biasa makan ikan pindang bandeng, tapi sejak kenal Chiko dia mogok makan dan hanya mau makan whiskas (aneh) mungkin si Chiko nih yang menghasut Pumi biar cuma mau dikasih Whiskas, Chiko kan makan nya whiskas… yeee sebel
Selamat jalan Cibeuleu, Semoga kamu mendapat tempat yang terbaik disisi Allah SWT. Amin..
Tadi pagi ada bences ngamen ke tempat saya, kebetulan sedang ada beberapa teman juga. saya pun mencari-cari uang kecil, dicari kesaku nggak ada ditas juga nggak ada, akhirnya teman saya mengeluarkan uang 50 rupiahan 10 biji dan diberikan ke bences tersebut. tidak disangka, si bences malah ngomel-ngomel "kira-kira we mere 50an! abong ka banci!" si bences pun menolak dan pergi dengan menggerutu. nah lo uang 50an 10 biji kan jadi 500? lumayan besar bukan? apakah yang dipermasalahkan karena nilai 50an nya?
Pernah juga, datang seorang pengemis, dikash uang 50an 4 biji malah dilemparin dan bilang "teu butuh aing mah!" (katanya ngemis, dikasih malah nggak berterima kasih, aneh..) sebetulnya ibu pengemis ini tidak terlalu tua, saya pikir si ibu ini kalau mau bekerja jadi buruh cuci misalnya pastilah masih mampu, tapi mungkin (mungkin lagi) bekerja sebagai pengemis mempunyai prospek yang lebih bagus menurutnya.
Saya pun seringkali jika berbelanja ke super market, maka kembalian uang 50 tersebut akan berubah menjadi permen (padahal saya tidak berniat untuk membeli permen), kenapa juga ngasih harga berujung 50 rupiah jika uang 50 nya tidak ada?
Saya kemudian berpikir, sebenarnya bagaimana sih nasib uang 50 ini?
toh jika saya menukarkan uang dengan koin untuk kembalian, pastilah ada uang 50an disitu, saya harus bagaimana? menyimpannya? atau membuangnya karena sudah tidak berlaku lagi? sayang..
Setelah melalui proses yang lumayan alot, Melakukan interview dengan beberapa konsumen, dengan beberapa orang yang ikut peduli akhirnya diputuskan untuk memperbaiki keadaan yang sudah mulai memburuk ini.
Saya berharap keadaan lambat laun keadaan akan kembali pulih, membaik, bahkan meningkat jauh lebih baik. saya keberatan jika saya harus mempertaruhkan kehidupan saya! selagi masih bisa diperbaiki dari saat ini, mengapa tidak mencoba? toh setiap keputusan yang diambil (apapun) pasti ada konsekwensinya sendiri-sendiri.
Tapi dengan adanya kejadian ini, Alhamdulillah saya banyak belajar.. salah satunya ya bersikap adil karena kata ibu saya, adil adalah menempatkan segala hal sesuai kapasitasnya! (adil pada konsumen, rekan, bla bla bla
) pada awalnya memang terasa sangat sulit, setelah dijalani ternyata biasa saja (saya hanya takut ada seseorang yang tidak enak karena keputusan saya) begitulah, karena saya sering berpikir dengan hati.. takut akan begini, takut nanti begitu.. heheheh wanita yang aneh.
Setidaknya setelah melalui proses pengambilan keputusan itu, sekarang saya merasakan atmosfir yang lebih fresh, kerjasama yang mulai terasa, dan semoga saja hal-hal bagus terus berlanjut dan bisa terus dipertahankan (menurut saya, mempertahankan jauh lebih sulit).
semoga berubah menjadi lebih baik, jauh lebih baik. bantu dan terus semangati saya ya… (ingatkan juga
)